Departemen Kominfo PW DMI Jatim mengadakan kegiatan Podcast untuk menginspirasi Masjid yang lain.
Podcast "Masjid Inspiratif" DMI Jatim Gali Potensi Dakwah untuk Gen Z-Lokalisasi-UMKM
- Minggu, 26 Juli 2026 15:20:00
Surabaya (DMI) – Podcast/sniar “Masjid Inspiratif yang
diadakan Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur
bekerjasama dengan Yayasan Demasindo Jatim berupaya menggali potensi dakwah
masjid yang antara lain untuk Generasi Z, warga lokalisasi, dan pemberdayaan
UMKM atau PKL di sekitar masjid.
“Untuk menggali potensi masjid guna menginspirasi masjid lain, kami menyiapkan 7-8 paket podcast/siniar, yang mengupas potensi idaroh (tata kelola/manajemen), imaroh (memakmurkan masjid dalam ibadah dan non-ibadah), dan riayah (perawatan sarana dan prasarana masjid),” kata Wakil Ketua PW DMI Jatim bidang Kominfo, H Helmy M Noor, di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan 7-8 paket “Podcast Masjid Inspiratif” yang
diadakan Departemen Kominfo PW DMI Jatim itu sudah terlaksana tiga paket siniar
pada 25-26 Juli, yakni Masjid Al Huda, Sambikerep, Surabaya (masjid
kampung/juara 2) Masjid Nurul Fatah, Jl Alun-alun Demak, Bangunsari,
Krembangan, Surabaya (masjid besar/juara 2 Jatim), dan Masjid Nurul Jannah
Petrokimia, Gresik (masjid perusahaan/kantor).
“InSya-Allah, 3-4 masjid lain di-podcast-kan pada 12-13 Agustus dengan host/pemandu tetap yakni Bustomi SJ (Sekretaris Departemen Kominfo DMI Jatim). Dalam setiap podcast, selain inspirasi, kami juga menggali pendapat takmir masjid terhadap tiga program unggulan DMI Jatim yakni UKIM (uang kehormatan imam masjid), Masjid Award, dan Halal Center,” katanya, didampingi Sekretaris Yayasan Demasindo Jatim, H Ahmad Syakur.

Dalam podcast/siniar dengan takmir Masjid Al Huda,
Sambikerep, Surabaya (masjid kampung/juara 2), Ketua Yayasan Al-Huda Ir
Isgiyanto MT menjelaskan tata kelola masjid yang dipimpinnya itu diawali dengan
survei kepuasan jamaah dan program yang diinginkan jamaah, lalu hasil survei
dibuatkan data sebagai bahan program masjid.
“Dari hasil survei dan pendataan, kami membuat program
harian, pekanan/mingguan, bulanan, dan tahunan. Program harian meliputi kajian
baksa subuh yakni bedah hadits (senin), hafalan doa sehar-hari (selasa), tafsir
Al-Qur’an Hadits (rabu), dan hafalan juz 30 (kamis),” katanya.
Untuk program pekanan, pihaknya mengadakan kajian pada
setiap hari Sabtu bakda maghrib yakni kitab Sirah Nabawiyah (sabtu ke-1), kitab
fiqih (sabtu ke-2), kitab hadits (sabtu ke-3), kitab tauhid (sabtu ke-4), dan
kajian tematik (sabtu ke-5). Untuk program bulanan, pihaknya mengadakan pada
ahad ke-1 dan ahad ke-3. Untuk Ahad ke-1 ada kajian unik for kids (KUIK) dan
ahad ke-3 ada kajian remaja muslim (Kareem), sehingga Gen-Z juga dilibatkan.
“Untuk program tahunan adalah Gebyar Muharram, Nuzulul
Qur’an, Sholat Idul Fitrim Penyembelihan Kurban, dan Sholat Idul Adha. Semua
program itu (harian, pekanan, bulanan, dan tahunan) kami minta remaja dan Gen-Z
masjid membuat konten dan diviralkan. Setiap konten itu kami beli dengan
bisyaroh/biaya yang juga sudah kami anggarkan, bahkan setiap tahun juga ada 500
majalah untuk jamaah berisi kegiatan dan laporan keuangan. Transparan,”
katanya.
Sementara itu, podcast/siniar dengan takmir Masjid Al Nurul
Fatah, Jl Alun-alun Demak, Bangunsari, Krembangan, Surabaya (masjid besar/juara
2 Jatim), Ketua Pembina Masjid Nurul Falah KH Choiron Sueb menjelaskan
pembinaan jamaah di kawasan lokalisasi itu perlu pendekatan khusus, karena itu
pihaknya menjalin komunikasi dengan pimpinan RW dan tokoh masyarakat.
“Uniknya, masjid kami berada di tengah masyarakat yang tepat
ada di pintu gerbang kawasan lokalisasi, karena itu kami tidak bisa langsung
berdakwah di masjid, tapi kami minta pimpinan RW mengumpulkan warga di Balai RW
untuk pembinaan oleh tokoh masyarakat dan setelah mulai ada kesadaran, maka
kami adakan pembinaan di masjid. Kami bersyukur, Bangunsari akhirnya bebas
prostitusi pada tahun 2000-an,” katanya.
Lain halnya dengan Masjid Nurul Jannah, Petrokimia, Gresik
(masjid perusahaan/kantor). Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Masjid Nurul
Falah, Petrokimia, H Taufik Fanani menjelaskan Masjid Nurul memang merupakan
masjid CSR Perusahaan, karena itu upaya memakmurkan masjid dilakukan sesuai
dengan keinginan karyawan yakni kenyamanan.
“Jadi, layanan masjid kami memang bersifat service atau pelayanan karyawan terkait kenyamanan, karena itu kami mengembangkan PKL di sekitar masjid dengan kuliner sesuai keinginan karyawan, lalu kami siapkan lahan parker untuk Perusahaan dan rumah sakit perusahaan, ruang sewa untuk resepsi pernikahan, kafe, dan rumah singgah untuk keluarga pasien dari rumah sakit perusahaan yang menunggui keluarganya,” katanya. (*/dmi)

Popular Tags:
REKOMENDASI
Berita Terkait
PD DMI KAB.BANYUWANGI MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBINAAN IMAM MASJID
- Rabu, 18 September 2024
Di Tengah Vaksinasi, Gubernur Jatim Dapat Hadiah Buku Sejarah Kiai Achmad
- Jumat, 02 September 2022
Sejarah
Dewan Masjid Indonesia bermula dari pertemuan tokoh-tokoh Islam yang dihadiri oleh Bapak H. Rus'an dari Dirjen Bimas Islam dan Wakil Ketua Jakarta Pusat Bapak H. Edi Djajang Djaatmadja membentuk panitia untuk mendirikan Dewan Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia (DKMSI).
Pada tanggal 16 Juni 1970 disusunlah formatur yang diketuai oleh KH. MS. Rahardjo Dikromo yang beranggotakan H. Sudirman, KH. MS. Rahardjo Dikromo, KH. Hasan Basri, KH. Muchtar Sanusi, KH. Hasyim Adnan, BA dan KH. Ichsan.
Contact Info
- Islamic Centre Building, JL Dukuh Kupang, 122-124, Dukuh Pakis, Surabaya, 60225 - Jawa Timur | Indonesia
- (031) 5680305
- info@dmijatim.or.id